Pemandangan Umum Fraksi PAN-Raya Atas RAPBD Ngada Tahun Anggaran 2017

Sebagai awal dari penyampaian pandangan umum ini, Fraksi PAN Raya mengajak kita sekalian untuk menaikkan syukur dan pujian ke hadirat Tuhan Yang Maha Kasih yang telah menganugerahkan rahmat kehidupan sehingga kita semua boleh menghadiri sidang dewan terhormat dalam keadaan sehat walafiat.  Kita patut berterima kasih kepada Tuhan karena Dia telah memberikan kepada kita kepercayaan untuk menjadi pemimpin di daerah ini melalui suara-suara rakyat yang menjadikan kita terhormat karena memilih politik sebagai panggilan dan medan pengabdian total demi pemuliaan harkat dan martabat manusia. Berpolitik dengan ikhtiar dan kerja tulus demi terwujudnya taraf hidup rakyat yang semakin manusiawi, adil, bermartabat dan sejahtera adalah bagian dari ibadah kita kepada Tuhan. Pada hati,  pikiran dan energi kitalah Tuhan memberikan ruang dan kesempatan seluas-luasnya guna  menghasilkan keputusan, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan dan pemerintahan yang membuka jalan pembebasan dan pemerdekaan rakyat dari kerangkeng kemiskinan, kemelaratan, kebodohan dan keterbelakaangan. Sebab setiap kekuasaan dan jabatan tidak hanya dimaknai sebagai kewenangan untuk memerintah tetapi sebagai wahana pengabdian dan pelayanan total kepada rakyat. Selama kita masih mendapatkan mandate rakyat untuk memegang kekuasaan memerintah, gunakanlah secara maksimal merealisasikan jalan-jalan terbaik bagi rakyat menuju sejahtera, demikianlah kata para bijak.Tidak ada kebahagiaan yang paling sempurna bagi para pemimpin selain kalau ia bisa membuat rakyatnya bahagia.

Dalam bingkai pandangan kemitraan, Fraksi PAN Raya secara tulus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati serta segenap jajaran eksekutif yang telah menyelesaikan pembangunan Gedung DPRD Kabupaten Ngada, sehingga pada masa sidang ini kita boleh menggunakan Gedung DPRD yang lebih representatif ini. Namun Fraksi berpandangan bahwa dari gedung yang mentereng ini kita juga ditantang untuk menghasilkan keputusan dan kebijakan yang semakin cerdas dan bermutu demi kemaslahtan publik di daerah ini.  Gedung dewan yang terhormat ini hendaknya menjadi rumah demokrasi tempat para legislator dan pemerintah membangun dinamika diskusi dan mengasah perbedaan pandangan guna memperkaya diskusi dalam rangka memaknai politik sebagai seni untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Fraksi PAN Raya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah berusaha sekuat kemampuan berpacu dengan waktu menyiapkan Rancangan APBD Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2017 untuk dibahas dalam masa sidang ini. Ketepatan waktu mempersiapkan dan menetapkan APBD adalah bagian dari komitmen bersama menerapkan disiplin anggaran sehingga keterlambatan implementasi berbagai program dan kegiatan pembangunan sebagai nyanyian klise seperti selama ini tidak terulang kembali di tahun anggaran 2017 dan pada tahun-tahun mendatang.           

Penghargaan yang tinggi juga Fraksi sampaikan kepada Pemerintah daerah kabupaten Ngada yang secara maksimal telah melaksanakan pembangunan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di kabupaten Ngada dengan pendekatan pembangunan berdimensi kerakyatan yang menekankan pembangunan dimulai dari desa dengan fokus perhatian pembangunan pada empat aspek utama yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infra struktur di mana masyarakat sendiri menjadi pelaku pembangunan dengan pencapaian pada tiga target utama yaitu, Zala Siro Saro, Wae Gebho Gabho, Dara Rilo Ralo.

Fraksi PAN Raya menyadari bahwa geliat dan  dinamika pembangunan  di daerah ini tidak bisa diwujudkan melalui kerja yang gampang-gampang saja,  tetapi dibutuhkan kerja sama yang solid, bahu membahu bersama semua pihak. Berbagai pihak pemangku kepentingan di daerah ini harus mengambil bagian sesuai dengan kewenangan, peran dan tanggung jawabnya masing-masing agar berbagai hal yang direncanakan dan sudah diputuskan di dalam APBD nanti bisa meraih keberhasilan pada tataran pelaksanaannya.

Setelah membaca dan mencermati pengantar nota keuangan atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2017, maka Fraksi PAN Raya perlu menyampaikan beberapa catatan dan pokok pikiran sebagai berikut:

Pendapatan Daerah

Jumlah pendapatan daerah sebesar Rp 800.424.974.455,00 atau berkurang 4,3% dibandingkan target pendapatan APBD Induk 2016 terdiri atas pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Dana Perimbangan berkurang sebesar 5%, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah berkurang sebesar 13,5%.

Fraksi PAN Raya berpandangan bahwa  penerimaan daerah berada pada kondisi yang kurang menggembirakan. Dana Transfer Daerah sebagai sumber utama penerimaan daerah sebagaimana diuraikan pemerintah pada komponen Dana Alokasi Umum (DAU) tetap dengan jumlah seperti tahun 2016 meski laju inflasi kita sudah mencapai 7,9 persen dan Dana Alokasi Khusus (DAK) mengalami penurunan cukup drastis hendaknya dimaklumi semua pihak sebagai konsekuensi ketergantungan fiskal kita terhadap konstelasi ekonomi makro nasional.

Berkurangnya target Penerimaan Negara sebesar sekian ribu triliun sebagaimana tergambar di dalam APBN 2017 yang baru saja ditetapkan sangat berdampak terhadap perhatian alokasi anggaran Pemerintah terhadap penguatan fiskal daerah. Banyak daerah di Indonesia dengan kemampuan fiskal rendah dan sedang pasti mulai mengalami keguncangan fiskal di dalam penetapan APBD 2017. Hal demikian berdampak pada upaya pemetaan dan perencanaan ulang terhadap berbagai rencana capaian dan skenario pembangunan daerah sebagaimana yang sudah dimaktubkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Atas fakta pengurangan fiskal saat ini, Fraksi patut memberikan beberapa pandangan sebagai masukan kepada pemerintah.

Pertama,  pemerintah hendaknya konsisten menerapkan prinsip disiplin, efektivitas dan efisiensi anggaran. Pengetatan dan pengendalian internal terhadap perencanaan dan pelaksanaan anggaran perlu secara tegas dan konsisten dilakukan oleh pemerintah agar  tepat waktu pelaksanaan, tepat sasaran, tepat mutu dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.

Kedua, dalam rangka menjaga dan meningkatkan kemampuan fiskal daerah menuju kepada kemandirian fiskal daerah, pemerintah perlu berpikir ekstra keras mencari dan mengusahakan sumber-sumber penerimaan daerah yang konstan sesuai ketentuan yang berlaku. Bukan untuk menghadirkan pesimisme ke tengah diskursus publik di daerah ini, tetapi Fraksi memiliki asumsi futuristik bahwa ke depan kondisi ekonomi nasional belum akan membaik oleh karena intedependensi ekonomi global oleh karena anjloknya harga minyak dunia dan merosotnya sumber-sumber penerimaan negara lainnya, sehingga terdapat kemungkinan kecil bahwa dana transfer daerah yang berasal dari APBN akan mengalami peningkatan. Hal yang perlu diantisipasi adalah bila grafik besaran dana transfer daerah akan mengalami stagnasi dan bahkan penurunan. Semua pihak perlu memberikan pemikiran dan melakukan kerja strategis dan konkret demi menjaga stabilitas fiskal daerah dan membangun fondasi kemandirian fiskal daerah.

Belanja Daerah:  

Dari sudut pandang logika penganggaran, kita hanya dapat mengalokasikan belanja daerah sesuai dengan kondisi penerimaan daerah. Hubungan koherennya adalah pengalokasian belanja daerah Kabupaten Ngada tahun 2017 harus benar-benar memperhatikan besaran penerimaan daerah dengan melakukan penetapan skala prioritas penganggaran pada bidang-bidang utama untuk pencapaian visi misi daerah dan sektor-sektor pendukung dilakokasikan secara proporsional.

Setelah mencermati Rancangan APBD 2017 yang diajukan pemerintah, Fraksi patut menyampaikan apresiasi kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang memiliki keberanian politik (political courage) untuk memberikan prioritas penganggaran pada pencapaian tiga target utama RPJMD sebagai kristalisasi janji-janji politik selama musim kampanye Pilkada yakni zala siro saro, wae gebho gabho dan dara rilo ralo. Pada tahun 2017 ini Fraksi memberikan dukungan kepada pemerintah untuk mengalokasikan anggaran dengan total prosentase 64 persen lebih untuk pembangunan jalan dan jembatan;  pembangunan air bersih di desa-desa diintegrasikan secara wajib melalui dana desa dengan Pedoman Umum dan Petunjuk Teknis Operasional yang jelas sehingga menjadi jelas dan terukur pencapaiannya; dan pembangunan fasilitas listrik masih menunggu peningkatan daya listrik pada pihak PLN Bajawa yang akan disuplai dari PLTP Daratei Mataloko atau dari sumber listrik lainnya di wilayah Flores.

Penetapan rencana capaian yang tinggi pada target pembangunan zala siro saro pada tahun anggaran 2017 ini sangat diapresiasi oleh Fraksi atas beberapa alasan.

Pertama, akan meretas keterisolasian fisik di seluruh daerah Kabupaten Ngada sehingga akan terjadi konektivitas pergerakan orang dan barang antar-wilayah di daerah ini.

Kedua, akan mengurangi disparitas wilayah dalam pelayanan pemerintahan dan pembangunan. Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pasti akan memberikan kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat.

Ketiga, mengurangi ekonomi biaya tinggi (hight cost economy). Realitas menunjukkan bahwa pelambatan pertumbuhan ekonomi di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh mahalnya biaya logistik  oleh karena kondisi infrastruktur yang jelek dan tidak memadai dan berdampak pada rendahnya daya beli masyarakat. Dengan adanya infrastruktur yang memadai, produsen lebih mudah mendapatkan akses memasarkan hasil produksinya dan masyarakat bisa membeli barang-barang produksi dengan harga yang lebih murah.  Oleh karena itu Fraksi berkeyakinan bahwa pembangunan infrastruktur  yang dilakukan secara terencana dan massif oleh pemerintah pada  tahun ini dan mendatang  akan membawa dampak positif bagi percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, Fraksi PAN Raya juga perlu memberikan pandangan politik  sehubungan dengan berbagai harapan dan aspirasi masyarakat antara lain:

Bidang Pemerintahan:

 

Pertama, Pemerintah hendaknya memberikan perhatian yang serius dalam rangka memberikan dukungan bagi perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (Riung) sebagai wujud komitmen Pemerintah dan Lembaga Dewan terhormat terhadap harapan dan aspirasi masyarakat Riung Seriwu. Dukungan konkret pemerintah hendaknya dibuktikan dalam bentuk alokasi anggaran pembangunan infrastruktur, penataan sumber daya manusia pada umumnya dan SDM aparatur dan pembentukan desa-desa baru dan kecamatan-kecamatan baru agar dapat memenuhi syarat fundamental terbentuknya sebuah DOB nanti. Terkait dengan penataan wilayah Fraksi minta kepada pemerintah untuk dapat memfasilitasi pengkajian secepatnya pembentukan desa persiapan Tadho Tengah dan Desa persiapan Kedu Marobathong.

Kedua, sehubungan dengan  pelaksanaan pilkades serentak di kabupaten Ngada yang sedang dalam proses, pemerintah hendaknya sungguh-sungguh memperhatikan  ketegasan penerapan regulasi terkait Pilkades serentak khususnya mengenai  pemenuhan syarat-syarat  bagi pasangan calon kepala desa dan pemilih  yang diberlakukan secara adil dan transparan pada semua wilayah desa di kabupaten Ngada agar tidak menimbulkan standard dan tafsir ganda dalam penerapannya yang berpotensi menimbulkan konflik lokal.

Ketiga, Pemerintah juga perlu memberi perhatian yang serius terhadap upaya pensertifikatan tanah-tanah masyarakat agar dapat memberikan kepastian hukum bagi kepemilikan tanah, yang dapat dijadikan jaminan pada lembaga-lembaga keuangan serta dapat dijadikan sebagai objek pajak baru yang dapat mendatangkan peningkatan PAD.

Keempat, terhadap tanah pemerintah pada lokasi eks Pasar Inpres Bajawa dan eks-Pasar Mataloko, Fraksi minta kepada pemerintah untuk melakukan penertiban terhadap asset-aset dimaksud dan dimanfaatakan secepatnya sesuai perencanaan pemerintah. Terhadap eks-lokasi pasar Mataloko Fraksi menyarankan agar bisa menatanya  sebagai pasar harian.

Kelima, meskipun Perda tentang Pembentukan OPD sebagai penjabaran PP No.18 Tahun 2016 telah ditetapkan, fraksi tetap memberikan pandangan kritis bahwa banyaknya jumlah OPD telah bertolak belakang dengan prinsip manajemen organisasi modern “hemat struktur kaya fungsi” sesuai dengan  trend besar penataan manajemen global di bidang pemerintahan “re-inventing government”.  Beban biaya daerah untuk aparatur akan semakin meningkat oleh karena pembentukan OPD baru dengan tambah jumlah jabatan dan eselonering aparatur. Efektivitas dan efisiensi anggaran sulit dijalankan. Oleh karena itu Fraksi berpandangan sekiranya masih ada celah revisi ke depan sesuai aturan yang ada, Pemerintah perlu melakukan revisi secepatnya guna merampingkan sturktur dan organisasi tata kerja perangkat daerah yang ada saat ini, dengan paradigma, “satu orang bisa mengerjakan beberapa fungsi” dan bukan “satu fungsi di kerjakan oleh beberapa orang”. Dengan demikian alokasi anggaran untuk belanja modal harus terus meningkat dibandingkan untuk belanja aparatur.

Bidang Pembangunan:

Pertama, sebagaimana dimaktubkan di dalam RPJMD bahwa dalam lima tahun ini pemerintah bertekad untuk memenuhi salah satu target pembangunan di daerah ini yakni listrik terang benderang di seluruh pelosok Ngada (dara rilo ralo). Hal demikian mengandaikan  kapasitas daya listrik PLN memadai dan pemerintah bisa dengan pola kerja sama operasional membangun jariangannya. Terkait hal dimaksud Fraksi mendorong pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan pihak PLN dan kementerian ESDM di Jakarta agar rencana besar eksploitasi panas bumi di Mataloko segera terealisasi. Di dalam lima tahun ini Fraksi tetap minta kepada pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan jaringan listrik pada ibukota kecamatan yang belum memiliki jaringan listrik PLN seperti halnya kecamatan Riung Barat. Dan terhadap sekitar kurang lebih 800-an rumah penduduk yang sudah mendapat alokasi anggaran pemasangan meteran gratis pada tahun 2015 namun hingga kini belum dialiri arus listrik, Fraksi minta kepada pemerintah untuk  terus berdiskusi dengan pihak PLN untuk penyediaan arus agar fasilitas yang sudah terpasang tidak mubazir.

Kedua, terkait dengan rencana pemerintah melalui pihak PDAM Ngada untuk menaikkan harga tarif air minum per meter kubik dengan total kenaikan mencapai 300 persen dari keadaan saat ini, Fraksi minta kepada pemerintah untuk melakukan kajian terlebih dahulu sehubungan dengan kemampuan daya beli masyarakat sehingga pengenaan tarif baru tidak terlalu membebani masyarakat sebagai konsumen.

Bidang Kesejahteraan:

Berkaitan dengan belum dialokasikannya anggaran untuk program BOKDA dan BOSDIK oleh karena pemerintah masing menunggu perubahan regulasi terbaru pada level pemerintah pusat, Fraksi perlu mengemukakan pandangan sebagai masukan kepada pemerintah.

Pertama, pemerintah perlu terlebih dahulu melakukan survey pemetaan dan identifikasi kebutuhan guru kelas, guru mata pelajaran di sekolah-sekolah dan jumlah rombongan belajar di sekolah-sekolah agar penempatan  para guru Bosdik tidak mengakibatkan kelebihan dan atau kekurangan guru yang akan berdampak pada kinerja dan kesejahteraan guru yang pada ujungnya berdampak terhadap mutu pendidikan. Demikian halnya dengan survey pemetaan untuk kebutuhan tenaga kesehatan di RSUD Bajawa, Puskesmas-Puskesmas, Pustu dan Polindes.

Kedua, agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah-sekolah dan pelayanan di pusat-pusat kesehatan masyarakat (Rumah Sakit, Puskesmas, Pustu dan Polindes).

Ketiga,  pada tahun anggaran berikutnya pemerintah perlu mengalokasikan kembali anggaran untuk program-program strategis ini yang sangat menyentuh kebutuhan rakyat.

Pemerintah hendaknya terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat terkait pendefenitifan kampus Undana di Bajawa sebagai perguruan tinggi otonom. Terkait dengan hal dimaksud pemerintah perlu melakukan komunikasi dengan pihak Undana Kupang untuk memperhatikan para lulusan Magister (S2)  yang adalah anak-anak Ngada yang telah mendapat beasiswa pemerintah daerah sehingga mereka bisa mengabdi di Kampus Undana Bajawa.

Dalam rangka meningkatkan PAD, Fraksi minta kepada pemerintah untuk  membangun dermaga pengantarpulauan ternak di Mboras Riung.

Demikianlah Pandangan  Umum Fraksi PAN Raya terhadap Rancangan APBD Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2017. Kiranya Tuhan Memberkati seluruh tugas dan karya kita dalam membangun tanah Ngada tercinta***